Selasa, 20 Mei 2025

Kemenanganku

 Kemenanganku adalah tawa yang lepas,

Senyum mekar,

Wajah berseri,

Gagah sekali kurasa diri ini


Kemenanganku adalah semua terjadi

Baik inginku juga butuhku

Yang tak kubutuh juga terjadi


Kemenanganku senantiasa kusesali

Kala aku jatuh setelah melonjak tinggi,

Tinggi hingga aku terlena


Kemenanganku

Kehancuranku..

Sabtu, 17 Mei 2025

Renunganku

 Kutermenung dalam senyapku

Sendiri aku mengutuk,

Menyesal,

Menyerapah,

Murka,

Menangis,

Mengais sisa harap,


Kutermenung menatap dalam diri

Cerminan hati jelmaan hidupku

Dalam labuhan harap yang dahulu telah kukhianati, kembali kudiam menatap


Kutermenung melihat aku,

Aku merenung, barangkali ini tak selamanya terjadi

Barangkali ini masa pecundangku,

Pembuangan,

Penghukuman,

Atas segala pilihan salah

Membawaku kembali termenung.

Pagi

 Hangat cahaya fajar menyapa harap

Di kala kita masih tertatih

Dalam murka jiwa terlelap semalaman, berselimut kabut kalut, di ambang mimpi buruk.


Kita berharap-harap,

Kita mengerjap-ngerjap bersembunyi senyum mengejar esok

Kala kita terlelap sejenak melepas sedikit lelah,

Mengubur peluh dalam sukma yang tak kunjung bertenaga, berlari seperti saban dahulu


Kita masih berharap pada fajar yang tersenyum

Rengkuh

 Dalam peraduan tak tentu arah bersemayam duka bercampur suka. Ada tawa dalam derita, juga hadir benci dalam mencinta. Begitu dunia adanya. Beginilah kita ada semestinya, antara ada dan menjelma; semakin menjadi yang kita yakini atau justru ke arah yang dahulu kita benci.


Biar kurengkuh segala sesal dan ragu, menghadirkan hangat dalam menghibur jiwamu. Bagi ragamu yang enggan letih menghadapi hari. Bagimu yang tertatih hampir mati mengejar hidup esok. Biar kurengkuh segala peluh itu, sebab kamu dan aku adalah sama. Kurengkuh lukaku sendiri.

Kembali

 Tempat teduh yang mengundang rindu saat jauh

Kala hati gundah di pengasingan

Satu kata dan rasa yg kita suka bernaung dalam jiwa

Sebutkan cinta perekat antara dua jadi satu

Satu kemudian dua

Dua dan menjadi banyak bentuk

Jamak rasa dalam satu jelmaan


Kemudian kamu 'kan sakit

Amarah kan mengisi hatimu

Kala engkau jenuh dengan dongkol diri

Saat itu kau kan kembali merindukanku

Kembali mencintai,

Kembali, kamu akan mencintaiku dari awal kembali.


(Ngomel sembari ngemil, Desember 2021)